Saturday, December 3, 2011

Facebook Akui Ada Kesalahan Kebijakan Privasi


 Pendiri Facebook, Mark Zukerberg mengakui bahwa Facebooktelah membuat kesalahan pada privasi dan setuju untuk merombaknya. Sikap Zukerberg tersebut mengikuti kritik dari regulatory Amerika. Dalam posting blog-nya, Zukerberg mengatakan, “Mendirikan Facebook dengan gagasan bahwa orang ingin berbagi dan berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan mereka, tapi untuk melakukan semua ini perlu kontrol penuh atas apa yang mereka ingin bagikan setiap saat.” Demikian seperti dikutip Telegraph, Rabu (30/11/11). Namun ia menambahkan, bahwa secara keseluruhan situs tersebut memiliki sejarah yang baik dan terbuka tentang privasi, ” Saya yang pertama mengakui bahwa kita telah membuat kesalahan,” ujar Zukerberg. Pernyataannya itu muncul setelah US Federal Trade Commission (FTC) menuduh Facebook secara sistematis menyerang privasi pengguna, termasuk ketika jejaring sosial itu telah mengubah pengaturan yang membuat informasi penggunanya terlihat ke publik. Facebook kini akan memerlukan persetujuan konsumen, sebelum memberlakukan perubahan pada pengaturan privasi-nya. Zukerberg juga mengatakan, “Ketika pertama kali membuat versi pertama Facebook, hampir tidak ada seorangpun yang saya tahu menginginkan halaman publik di internet, itu sangat menakutkan. Tapi selama mereka bisa membuat halaman pribadi mereka, mereka merasa aman berbagi dengan teman-teman online-nya.” Mengenai perjanjian baru dengn FTC, Zukerberg berkomentar, “Berarti kita membuat komitmen jangka panjang yang resmi, untuk melakukan apa yang selalu kita usahakan dan berencana untuk terus melakukannya. Memberikan Anda alat untuk mengontrol siapa yang bisa melihat informasi Anda dan memastikan hanya orang itu yang bisa melihatnya.” Secara keseluruhan, perubahan tersebut ditetapkan untuk mengubah pengembangan produk baru Facebook, serta sikapnya terhadap pengguna. FTC Chairman, Jon Leibowitz mengatakan “Inovasi Facebook tidak harus dengan mengorbankan privasi konsumen, FTC akan memastikannya.

No comments:

Post a Comment